2 Review Buku Penyemangat Hidup





Berubah atau tidak? It’s a simple question but hard to answer.. semua tergantung pada diri kita untuk mengubah menjadi lebih baik. Saya sudah berualang kali entah berapa kali membaca buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Minggu ini sudah 2 buku yang saya baca yakni buku Game Of Life dan FootnotesDimana kedua buku ini masing2 menceritakan tentang perjuangan diri dalam menghadapi realita yang ada. 

Baiklah saya akan meceritakan terlebih dahulu buku yang berjudul the game of life, cerita mengenai seorang anak yang mendapatkan anugerah seorang autis sejak ia dilahirkan, ia bernama Jason Mcelwan. Seorang Jason yang dibesarkan oleh ibu dan ayahnya yang sempat berputus asa ketika ia dihadapi Jason yang seorang autis, entah seperti apa persaan mereka, tapi ketika saya membaca buku tersebut saya merasakan apa yang dirasakan oleh kedua orang tua Jason ketika ia menceritakan proses perjuangan ia merawat Jason. Begitu besar perjuangan orang tua Jason menjadikan Jason menjadi anak seperti yang lainnya. Tapi dalam kisah ini tidak hanya orang tua Jason berperan, tapi Jason juga dibantu oleh kakaknya yang bernama josh, kakaknya yang sedari kecil begitu menyayangi Jason, mengajak Jason untuk bergaul dengan teman-temannya. Meskipun ketika bergaul dengan yang lainnya ia pernah diejek,namun itu tak masalah bagi Jason. Joshlah yang mengenalkan adiknya berkenalan dengan basket. Dalam buku ini juga saya rasakan Jason begitu menikmati bola yang berbentuk bulat. Dan saat itu ia jatuh cintah dengan yang namanya basket. Tapi ia tidak bisa mudah mmasuk dalam tim basket, dan kalian tahu bahawa Jason tidak langsung menjadi pemain, tapi ia dijadikan manajer dalam tim basket sekolahnya. Jason pun dalam buku ini ia menceritakan bahwa ia tak masalah hanya menjadi manajer yang terpenting adalah ia masih bisa menikmati permainan basket. Dengan kondisinya autis, membuat ibunya selalu khawatir sehingga ia selalu ikut jika sekolah Jason mengikuti pertandingan basket. Jason yang seorang autis pun tak peduli dengan apa kata orang, ia terus focus dengan apa yang bisa ia lakukan . memang yang kita ketahui adalah penderita autis selalu meledak-ledak,  diluar control, tapi Jason pun dalam hatinya tahu, bagaimana ia harus melampiaskan ledakannya itu. Sangat menarik buku ini untuk kamu baca. Meskipun Jason autis, ia tetap berusaha seperti teman-teman yang lain bahkan ia selalu focus dengan apa yang bisa ia kerjakan. Hanya dengan bermain basket ia bisa mendapatkan segalanya. Always positif thinking dan focus. Ini rekomendasi sekali untuk kamu yang bingung dengan apa yang ingin kamu lakukan. Mungkin kamu banyak potential yang kamu lakukan. Tapi tidak tahu focus nya akan kemana. Lebih baik kita focus dengan satu yang memang kita nikmati. Karena dengan begitu kita bisa menikmati hidup.



Berbeda dengan buku footnote "hidup tanpa batas" yang saya baca, seorang perempuan bernama Lena MAria Klingvall dan sekaligus sebagai penulis membuat kita mungkin sadar bagaimana menghargai kehidupan. Dalam buku ini menceritakan tentang keterbatasan yang dimiliki Lena hanya dengan satu kaki tanpa tangan dan kaki kiri yang cacat yang tidak menghalanginya untuk beraktifitas seperti menyetir mobil, memasak, menulis dan bahkan ia memenangkan 4 medali emas kejuaraan renang Eropa hingga Lena berhasil lolos seleksi masuk Music Conservatory School, Faculty for individual musicians. Menerima dengan ikhlas apa yang tuhan telah ciptakan untuk dirinya, penuh semangat wanita cantik ini menjalani hidup yang setiap ia jalani selalu dengan gembira. Tidak peduli dengan kekurangan yang ia miliki, melainkan selalu bersyukur dengan kesempatan yang ia peroleh. Sosok gadis yang penuh inspirasi ini memang mengajarkan kepada kita agar selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan.


Semoga "Footnotes dan The Game Of Life" bisa menjadikan penyembuh bagi kamu yang saat ini membutuhkan motivasi. Keep spirit of your life. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar

Adbox