Care on Your Social

Dewasa ini , semakin maju dunia teknologi namun tak begitu  seimbang dengan sumber daya yang ada. Sebagian besar kita sebagai manusia terasa asing sendiri, tak ada lagi pertemuan ataupun bermain bersama,  Semua telah berbeda. Sebagian besar dari kita ada yang  sibuk dengan dunia masing-masing tanpa mengenal sekitar. Masa  anak-anak yang dulunya sering bermain bersama dan berkotoran bersama telah berbeda dengan apa yang kita lihat sekarang.  Mereka lebih suka tinggal dirumah dan bercengkrama  menatap gadget yang membuat mereka betah dirumah bahkan melupakan segalanya. Rela berjam-jam menghabiskan  waktu didepan layar tv, handphone atau laptop.


Banyak diantara kita yang hanya sedikit peduli dengan lingkungan social. Yang telah menyebar semua orang dan semua generasi. Termasuk saya…awal ketika memasuki pertengahan sekolah menengah memang sempat tergila-gila bahkan candu dengan dunia maya, ingin tahu tentang banyak orang bahkn orang yang tidak kita kenal. Tapi setelah saya fikir-pikir buat apa itu semua? Saya merasa asing, yang jauh jadi dekat sebaliknya yang dekat menjadi jauh. Banyak teman-teman disekitar  saya,jika diperhatikan sibuk dengan sosmed dan  mereka lebih suka jika keberadaan mereka diketahui walaupun terkadang eksis itu penting)terlebih lagi  itu adalah urusan pibadi masing-masing. Hanya saja setelah saya merasakan bahwa terlalu dekat dengan dunia maya membuat saya merasa asing. Untuk itu lh ketika saya memasuki dunia perkuliahan saya mengambil komunikasi .

Jurusan Komunikasi pun memang identik dengan Be Update, tapi juga harus memiliki nilai kritik pada media komunikasi. Bukan sok mengajari, memang diera sekarang kita tidak boleh ketinggaln informasi, setidaknya kita bisa membatasi hal-hal yang perlu dan tidak. Karena secara tidak langsung  kita diperbudak oleh technology, bahkan banyak ibu-ibu rumah tangga sampai menghabiskan ratusan ribu untuk membeli pulsa agar bisa mengupdate status mereka.  Banyak yang dirugikan, dari segi ekonomis, sosial bahkan emosi personal.

Ya benar, Kita tidak bisa menyalahkan technology, karena era technology canggih seperti sekarang sangat membantu manusia dalam mendapatkan suatu informasi, kita bisa tahu semua tentang banyak hal  dan dunia. Tapi hanya sebagian orang yang mengerti bagaimana memanfaatkan sesuai dengan fungsi, saya pun saat ini berusaha untuk menjadi bagian dari mereka.

Bisa memanfaatkan aplikasi dengan baik, dan jangan sampai menggunakan aplikasi tersebut merusak image diri kita sendiri. Banyak kasus-kasus yang terjadi saat ini akibat yang ditimbulkan dari social media itu sendiri. Seperti percekcokan di sosial media banyak menimbulkan saling tuduh, akibatnya orang yang tidak kita kenalpun memusuhi  kita. Salah satu contohnya ialah pada permasalahan yang dialami zayn malik (ex-one direction) , hanya ada isu-isu fotonya bersama perempuan lain membuat pacarnya cemburu sehingga menyebabkan ia harus keluar dari groupnya dan ingin kembali kekehidupan normal. Hal seperti ini menimbulkan dampak psikologi yang terlibat. Ya memang dibalik ini pun media juga ikut membesarkan berita. agenda setting media pun berperan dalam hal ini, dari contoh ini saja bisa dilihat masalah simple dunia menjadi heboh. Yang seharusnya privasi menjadi konsumsi publik. 


Dari kasus zayn sendiri banyak nilai social yang bisa kita pelajari dari dampak media social  , karena seperti yang kita tahu akhinrya membuat ia menjadi stress dan tidak siap menghadapi semua , ia merasa selama 5 tahun ia tidak seperti laki-laki 22 yang normal seperti yang lainnya. dan melihat factor umurnya yang masih belia, ia terlalu cepat untuk mengambil keputusan untuk menikah. Ini juga bisa menjadi contoh bagi generasi seperti kita. Tapi bagaimanapun semua itu kembali pada kita bagaimana memfilter baik dan tidak baik bahkan  kita bisa mengajak anggota keluarga agar memaknai dan mengajarkan penggunaan teknologi yang benar Jangan sampai kita diperbudak oleh kapitalnya teknologi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar

Adbox