Somewhere over the rainbow...

Somewhere over the rainbow... mengetik sambil dengerin lagu ini agak menenangkan diri saya, entah karena apa, mungkin saya yang memang menyukai lagu klasik hehehhe. Hidup memang tak usah dipikiri tapi dijalani, karena Tuhan menciptakan kita sebagai manusia untuk menjalani hari-hari yang kita lewati. Karena tujuan akhir kita adalah kepadanya. Masalah yang dihadapi manusia tentu berbeda-beda, entah kadarnya yang ringan atau berat hanya saja kita harus menghadapi dan kembali lagi menjalani itu semua.

Saya pun begitu, diumur seperempat abad merasakan berbagai problem yang harus saya hadapi. Mulai dari masalah keluarga,masalah pribadi. Hanya ingin mencari solusinya ya memang harus dijalani. Saya berasal dari keluarga sederhana ibarat kalau status sosial kami dari keluarga menengah. Ayah, ibu memiliki masa lalu yang berbeda, merekapun berjodoh dan lahir lah kami kedunia berjumlah delapan. Keluarga besar, memiliki banyak anak yang harus dihidupi. 

Jika flashback kembali rasanya tak percaya karena melewati masa dahulu. Ayah sebagai pegawai rendahan tidak mencukupi kebutuhan kami, hingga ibu pun juga turut turun tangan demi menghidupi kami. Setiap hari ibu bekerja agar kami bisa makan, setiap hari mengais sampah mengumpulkan barang bekas kemudian dijual bahkan jika mendapat peralatan dapur yang bagus tidak dibuang begitu saja melainkan untuk perlengkapan dirumah, ibuku menjual sayuran dimalam hari dan hasilnya untuk membeli sayuran lauk pauk keluarga, pun juga pernah menjadi buruh garam bahkan kakak ku pun ikut membantu. 

Ahhhh betapa menyedihkan jika kembali mengigat itu semua. Rasanya tak percaya sudah terlewati. Merasakan betapa susahnya hidup ,ditengah hinaan tetangga. Hingga membuat kakak saya harus berjualan disekolah untuk mencari tambahan uang.

Sudah memasuki 2016, alhamdulilah keadaan keluarga kami berubah. Merasa bersyukur memiliki keluarga yang menyayangi dan membantu satu sama lain . Betapa bangganya kedua orang tua saya karena 8 anaknya bisa menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi. Karena berasal dari orang susah tadi, tidak membuat kakak pertama dan kedua lepas tangan. Meskipun biaya dibantu sama saudara, bukan berarti orang tua tidak melakukan apa-apa. Melainkan sebagai anak mengerti dengan keadaan orang tua. Memang orang tua kami bukan berlatar berpendidikan, tapi didikan yang mereka terapkan kepada kamilah yang kami pelajari.

Kegigihan beliau pantang menyerah telah banyak mengajarkan kami, sadar akan berasal dari mana membuat kami menjadi sedikit lebih bijak dalam menjalani hidup. Termasuk menghadapi masalah. Every family got a problem, dan setiap permasalahan terkadang ada solusi dan tidak. Mungkin yang ada solusi akan ada lagi masalah baru. Dan yang tidak ada solusi, berarti memang itu masalah yang akan terus dihadapi. Terfikir kembali ,mengapa Tuhan memberikan cobaan dan masalah. 

Karena sebagai manusia kita memang harus menghadapi, hidup memang harus dinamis brooo. Jika datar2 saja tak ada tantangannya. Mau memakai emosi pun tak ada gunanya, yang ada terkena darah tinggi akibat mengeluarkan energi yang terlalu banyak. Itu lah tadi begitu pentingnya nilai spiritual manusia. Dengan adanya rasa spiritual dalam individu akan membuat umat manusia menjadi sabar dan menahan emosi. Berfikir bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan manusia tersebut. 

Hanya yang bisa dilakukan setiap manusia terus bergerak optimis dengan apapun yang terjadi. Just enjoy the life. Hadirkan arti dan makna disetiap moment. Dengan begitu kita menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar

Adbox